
Rumpin, Bogor –SP.com- Ketua Badan Advokasi Indonesia (BAI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bogor, H. Rendi, secara resmi membuka Yayasan Pendidikan ALKHAWASIH BINA PUTRA. Yayasan ini didirikan untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu, yatim, dan putus sekolah di wilayah Kabupaten Bogor.
Pembukaan yayasan ini berlokasi di Kp. Jampang Wetan RT 03/01, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dan diresmikan pada Senin, 6 Oktober 2025.
Ditemui awak media, H. Rendi menjelaskan niat mulianya dalam mendirikan yayasan ini, yang berfokus pada pendidikan agama Islam seperti Madrasah dan Pondok Pesantren.
”Alhamdulillah, niat kami membangun Yayasan Pendidikan ALKHAWASIH BiNA PUTRA ini adalah ikhlas, Rido lillahi ta’ala, artinya berguna untuk warga masyarakat,” tutur Rendi dengan ceria.

Yayasan yang berdiri sejak tahun 2022 ini saat ini telah menaungi 10 orang santri. H. Rendi juga menegaskan bahwa seluruh biaya pembangunan yayasan murni berasal dari rejeki pribadi (“murni semua ini rejeki dari Gusti Allah”), tanpa menggunakan donatur ataupun proposal.
”Harapan kami, apa yang saya lakukan ini dapat berguna bagi warga masyarakat banyak,” ujarnya.
Di samping kegiatan sosialnya,H. Rendi juga turut menanggapi hiruk pikuk keputusan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), terkait penutupan tambang Rumpin dan Cigudeg yang dilanggarnya Perbup Kabupaten Bogor No. 56 Tahun 2023: Berisi aturan mengenai pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang di wilayah Kabupaten Bogor, termasuk aturan mengenai jenis kendaraan, sudah berjalan selama dua minggu.
Pihaknya memohon kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat segera memberikan solusi terbaik bagi masyarakat yang terdampak.
”Kami memohon kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi untuk memberikan jalan solusi yang terbaik, artinya lapangan pekerjaan untuk warga masyarakat yang terdampak,” tutup H. Rendi.
Penulis : Hendrik
Editor : awr
