
Siaran-post.com//Rusia- Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya angkat suara menyikapi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Presiden Rusia Vladimir Putin, mengecam keras pembunuhan Ayatollah Khamenei, menyebutnya sebagai pelanggaran Sinis terhadap hukum internasional dan Moralitas Manusia.
Melalui surat resmi, Kremlin menegaskan bahwa Ayatollah Khamenei adalah Negarawan terkemuka yang memberikan kontribusi pribadi yang besar dalam memperkuat hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara Moskow dan Teheran.
Putin tidak ragu menyebut eliminasi pemimpin tertinggi yang diotaki Trump tersebut sebagai sebuah “pembunuhan sinis” yang melampaui batas-batas hukum internasional dan etika kemanusiaan.
Pernyataan keras itu mempertegas posisi Rusia yang selama ini menjadi sekutu strategis Iran.
Khamenei tewas pada Sabtu (28/02/2026), saat berusia 86 tahun, menurut pengumuman media pemerintah Iran, Khamenei gugur di kantornya saat tengah mengemban tugasnya. dalam serangan udara oleh Israel dan Amerika Serikat.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa putri Khamenei, menantunya, serta seorang cucunya turut terbunuh dalam serangan udara gabungan AS-Israel. Menyusul kematian Khamenei, Pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional.(Red)
