
JAKARTA – SP.com-Paguyuban Kerukunan Warga (PKW.010) RW.010, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang sosial kemasyarakatan melalui program unik bernama “Bank Sedekah”. Melalui inisiatif ini, warga RW.010 berhasil mengubah limbah non-organik menjadi sumber pendanaan yang bermanfaat untuk menopang kebutuhan sosial warga, terutama dalam penanganan kedukaan.
Berbeda dengan bank sampah pada umumnya, PKW.010 menamai kegiatan ini sebagai “Bank Sedekah”. Ketua RW.010, H. Rakib, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini berbasis pada prinsip “dari warga, oleh warga, dan untuk warga”.
”Kami tidak menggunakan kartu nasabah karena seluruh warga menyetorkan barang bekas secara sukarela. Sampah non-organik seperti plastik, kardus, logam, hingga minyak jelantah dikumpulkan dan dipilah untuk kemudian dijual kepada pengepul,” ujar H. Rakib.
Uang hasil penjualan sampah tersebut disatukan dengan sumbangan rutin minimal Rp50.000 per bulan dari para Ketua RT, LMK, PKK, Dawis, Jumantik, petugas Linmas, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.
Manfaat dari Bank Sedekah PKW.010 sangat dirasakan langsung oleh warga, terutama saat terjadi kedukaan. Bagi warga muslim, paguyuban menyediakan kain kafan, layanan memandikan, mensalatkan, hingga fasilitas ambulans gratis untuk mengantar jenazah ke pemakaman.
Bagi warga non-muslim, PKW.010 memberikan perhatian berupa santunan duka. Selain itu, fasilitas ambulans beserta sopir diberikan secara cuma-cuma bagi warga yang akan memakamkan keluarga di dalam kota.
”Prinsip kami adalah kemanusiaan. Alhamdulillah, sejak dimulai pada tahun 2022, pendanaan kami selalu cukup meski pernah menangani hingga 9 orang meninggal dalam satu bulan. Kami percaya, jika bergerak di bidang sosial, Tuhan akan memberikan jalan kemudahan,” tambah H. Rakib.
Program ini berjalan dengan sistem pelaporan yang sangat transparan. Setiap proses penimbangan didokumentasikan baik secara tertulis maupun melalui video, yang kemudian dilaporkan secara berkala kepada pihak Kelurahan, Kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup Walikota Jakarta Utara.
Ketua PKK RW.010, Ibu Suhartini, menegaskan bahwa tidak ada keuntungan pribadi dalam program ini. “Kami bergotong royong memilah sampah agar memiliki nilai jual yang optimal. Semua dana dikembalikan untuk kepentingan warga, termasuk untukPembuatan Vidio Vlog Bank Sedekah PKW Rw. 010 Kelurahan Penjaringan
Memperkenalkan Bank Sedekah PKW.010 Melalui Pembuatan Video Vlog bantuan anak yatim-piatu, lansia, dan pengurusan jenazah yang sejauh ini telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp70 juta dalam kurun waktu berjalan,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, PKW.010 kini mulai memproduksi konten vlog yang akan diunggah ke berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Konten ini bertujuan agar masyarakat luas memahami konsep “Bank Sedekah” dan diharapkan bisa menginspirasi wilayah lain di Jakarta.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pihak Kelurahan Penjaringan yang diwakili oleh Ibu Maulizah Djohan Anwar dan Ibu Sutini dari Pengurus Pokja 3. Program ini dinilai selaras dengan semangat pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.(RED)
Penulis Eman Sulaeman
