
Bogor,- SP.com- Jumat 14 Agustus 2026.” – Keselamatan warga di kawasan Kampung Cimandirasa Dua, Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, kini berada dalam ancaman serius. Bencana longsor susulan untuk kedua kalinya kembali menerjang jalur vital warga setempat. Hingga saat ini perbaikan jalan lingkungan tersebut dinilai jalan di tempat, dan terkesan terabaikan oleh pihak terkait.
Longsor pertama yang terjadi pada Bulan Nopember tahun 2025 lalu, belum selesai ditangani secara permanen. Kini longsor susulan yang kedua kalinya justru memperparah kerusakan.membuat badan jalan lingkungan
kian kritis, retakan melebar, dan juga mengancam keselamatan rumah warga di bawahnya.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan ke Mushola, dan rumah lainnya, serta mengancam keselamatan jiwa.
,Selain melumpuhkan mobilitas harian, situasi ini mengancam keselamatan 4 Kepala Keluarga dan rumah-rumah lain dibawahnya secara langsung.
Warga mengkhawatirkan jika hujan deras kembali turun, longsor susulan ketiga kalinya berpotensi besar memakan korban jiwa atau meruntuhkan rumah-rumah yang berada tepat di sekitar tebing penahan.
” Kami merasa terabaikan. Ini sudah longsor yang kedua kalinya di titik yang sama, tapi penanganannya sangat lambat. Keselamatan keluarga kami terancam setiap hari apalagi kalau hujan turun di malam hari,” ujar Haji Udin dan Oman selaku perwakilan warga setempat.
Mohon segera turunkan pengerjaan fisik TPT menggunakan anggaran tanggap darurat sebelum terjadi bencana susulan yang menelan korban jiwa.
Melalui siaran Pers ini, warga Kampung Cimandirasa Dua, Desa Sadengkolot mendesak Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan darurat guna mencegah longsor susulan berikutnya.
Membangun dinding penahan tanah yang permanen demi mengembalikan fungsi jalan lingkungan.Memberikan jaminan keselamatan dan kepastian relokasi.
jika ruang hidup warga sudah tidak aman untuk ditinggali.Warga menegaskan bahwa penundaan perbaikan sama saja dengan membiarkan masyarakat bertaruh nyawa di tengah ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja.
YUDI KUDIL
