
Bogor, SP.com – Dokumentasi dan pelaporan sudah berulang kali diupayakan, namun hingga saat ini Tidak ada tindak lanjut nyata di lapangan. Penundaan ini sangat berbahaya karena mengancam keselamatan rumah warga dibawahnya.
Retakan jalan terus meluas setiap kali hujan turun dan mengancam rumah di bawahnya. Kami warga Cimandirasa mendesak pihak berwenang untuk segera memasang Dinding Penahan Tanah (TPT) atau tindakan pengamanan darurat. Jangan menunggu ada korban jiwa atau jalan putus total baru ada tindakan.
Ancaman bencana tanah longsor di wilayah Cimandirasa RT 04 RW 01 Desa Sadeng Kolot Kecamatan Leuwisadeng kian kritis.
Meskipun seluruh tahapan birokrasi mulai dari dokumentasi awal, pelaporan, hingga peninjauan langsung ke lokasi oleh aparatur kewilayahan ( RW, Desa, dan Kecamatan) telah selesai dilakukan beberapa bulan lalu.

Namun, pasca-peninjauan, tidak ada tindak lanjut nyata berupa pemasangan Dinding Penahan Tanah (TPT) atau penanganan darurat apa pun di lapangan.
Kondisi tanah saat ini kian kritis, retakan melebar, dan mengancam keselamatan rumah warga di bawahnya.
Mohon segera turunkan pengerjaan fisik TPT menggunakan anggaran tanggap darurat sebelum terjadi bencana yang menelan korban jiwa.
Kondisi di lapangan saat ini sangat mengkhawatirkan. Retakan tanah semakin melebar dan tebing penyangga terus terkikis akibat guyuran hujan.
Penundaan pengerjaan fisik ini secara langsung mempertaruhkan keselamatan jiwa 4 Kepala Keluarga.
serta mengancam keselamatan rumah warga dibawahnya .
Perwakilan warga,Haji Udin selaku pihak korban menyatakan kekecewaannya.
“Kami sudah kooperatif mengikuti seluruh alur birokrasi dan dokumentasi. Peninjauan lapangan pun sudah dilakukan.
Namun warga tidak butuh sekadar foto-foto peninjauan atau tumpukan berkas administrasi. Kami butuh penanganan nyata di lapangan sebelum longsor ini memakan korban jiwa” ,jelasnya.
“Melalui pemberitaan ini, warga mendesak Pemerintah Desa, pihak Kecamatan, serta Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten bogor untuk Segera mengalokasikan dana taktis kedaruratan untuk pemasangan TPT permanen atau bronjong darurat “, harapnya.
(YUDI KUDIL)
