
BOGOR,-SP.com- 5 Agustus 2026 – Akses mobilitas warga di Kampung Ciparay, Desa Cisarua Kec.Nanggung Kabupaten Bogor, Jawa Barat kian memprihatinkan akibat kondisi jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang mengalami kerusakan parah dan dibiarkan terbengkalai selama sembilan tahun terakhir.
Guna menghindari kecelakaan dan menjaga urat nadi perekonomian tetap berjalan, warga setempat terpaksa berulang kali melakukan aksi swadaya untuk menambal jalan secara mandiri.
Infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemkab Bogor ini merupakan jalur utama harian bagi ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aspal jalan hampir sepenuhnya mengelupas, menyisakan lubang-lubang dalam yang dipenuhi batu tajam serta lumpur hidup, terutama saat musim hujan melanda kawasan ciparay.
Perwakilan Tokoh Masyarakat Kampung Ciparay menyatakan bahwa warga sudah jenuh dengan janji manis pembangunan yang tidak kunjung terealisasi.
“Kami sudah lelah menunggu tindakan nyata dari Dinas terkait. Jalur ini sudah sembilan tahun rusak tanpa ada perawatan sedikit pun dari Pemkab. Daripada korban kecelakaan terus berjatuhan, kami berinisiatif mengumpulkan uang iuran seikhlasnya dari setiap kepala keluarga untuk membeli semen dan pasir guna menambal lubang-lubang yang paling membahayakan,” ujar Haji Iwan salah satu warga bahkan RT Endang juga demikian,
saat ditemui di lokasi perbaikan swadaya.
Aksi gotong royong dan patungan ini sudah sering kali diselenggarakan oleh warga sebagai bentuk kedaruratan infrastruktur. Di tengah keterbatasan ekonomi,.
masyarakat secara sukarela menyisihkan penghasilan mereka demi kelayakan fasilitas publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor.
Akibat kerusakan jalan yang berlarut-larut ini, biaya operasional kendaraan warga membengkak dan waktu tempuh menuju pusat aktivitas publik menjadi dua kali lipat lebih lama.
Warga Kampung Ciparay minta agar Bupati Bogor dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor untuk segera meninjau lokasi secara langsung. Warga menuntut agar sisa anggaran pemeliharaan atau rencana peningkatan jalan segera dialokasikan ke jalur ini pada tahun anggaran berjalan, sehingga pembiayaan fasilitas publik tidak terus-menerus dibebankan kepada kantong masyarakat kecil.
YUDI KUDIL
