
BOGOR, siaran-post.com.|| Kondisi memprihatinkan masih menimpa warga prasejahtera di wilayah Kabupaten Bogor. Sebuah rumah yang terbuat dari jalinan bambu (gedek, tepas, sasak) kondisi tidak layak huni (RTLH) dilaporkan masih berdiri dan ditinggali selama bertahun-tahun oleh keluarga Janim dan Katik di Kampung Sibentang, RT 04 / RW 05, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan konfirmasi langsung di lokasi, bangunan yang menjadi tempat bernaung keluarga tersebut sudah mengalami kerusakan di berbagai sisi. Dinding bambu yang sudah lapuk memicu kekhawatiran akan keselamatan penghuninya, terlebih saat cuaca buruk atau angin kencang melanda wilayah Kecamatan Nanggung.

Katik, saat dikonfirmasi di tempat, mengungkapkan rasa sedih sekaligus harapannya yang besar agar kondisi keluarganya bisa segera mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait.
“Kami sangat berharap pihak Pemerintah Daerah atau instansi terkait dapat segera melihat kondisi kami di sini, dan memberikan perhatian serta bantuan perbaikan rumah untuk Janim dan saya,” ujar Katik menyampaikan pesan dan keinginannya dengan penuh harap.
Warga setempat juga berharap agar pihak Desa Hambaro maupun Pemerintah Kabupaten Bogor dapat segera memasukkan rumah Janim ke dalam program prioritas bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) demi memberikan hunian yang aman dan layak bagi warga mereka.
Bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau uluran tangan dari para donatur sangat dinantikan demi memberikan hunian yang lebih manusiawi bagi Janim dan Katik.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus berupaya menyuarakan kondisi ini agar segera mendapatkan respons cepat dari pihak berwenang sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada struktur bangunan rumah yang kian melemah tersebut.
j
(YUDI KUDIL
